Jumat, 27 Mei 2011

Menjelajahi Belanda Lewat Seni



Ketika SMA kelas 2, saya pernah 'dibaca' bisa sekolah S2 di Belanda karena perusahaan tempat saya bekerja memberikan saya beasiswa. Sejak saat itu, saya jadi tertarik tentang hal-hal yang berkaitan dengan Belanda. Setiap ada berita scholarship ke Belanda di surat kabar, saya selalu membaca dengan antusias. Berharap ada celah bagi saya yang masih buram dunia ke-Belanda-an. Salah satu hal yang cukup melegakan, ternyata Belanda merupakan salah satu negara bukan berbahasa nasional Inggris namun menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar dalam proses belajar mengajar.

Saat di perkuliahan, saya kembali mempelajari satu bagian tentang Belanda. Ketika itu mata kuliah Pendidikan Seni. Disebutkan bahwa pendidikan seni di Indonesia banyak dipengaruhi oleh Belanda. Mungkin karena memang saat itu Indonesia adalah negara jajahan Belanda. Dalam periode perintisan, Belanda menganggap perlu adanya seni dalam pendidikan, sehingga muncullah mata pelajaran menggambar. Dalam perkembangannya, menggambar difungsikan sebagai pembentukan pribadi individu, atau istilahnya education through art. Jadi saat seseorang belajar bagaimana menggambar sebuah benda, dia juga belajar kreatif, sabar, dan teliti. Hal inilah yang diturunkan Belanda pada Indonesia lewat seniman-seniman tanah air yang belajar ke negeri Belanda.




Dengan konsep education through art, warga Belanda belajar bagaimana menghargai karya orang lain, atau ikut memiliki dan menjaga karya seni Belanda. Ini terbukti dengan tetap berdirinya bangunan-bangunan kuno di Alkmaar. Mereka bahkan mendirikan museum-museum yang mempunyai nama sesuai seniman-seniman besar Belanda seperti The Rembrant House Museum, Van Gogh Museum, serta museum-museum seni lainnya yang memajang karya-karya seniman Belanda.

Selain sifat tadi, masih ada sikap-sikap positif di luar seni yang dimiliki orang-orang Belanda seperti disiplin, berpikir tentang masa depan, hemat, tidak suka pamer, dan lain sebagainya. Menurut berbagai sumber yang pernah saya baca, setiap orang Belanda mempunyai sebuah agenda. Apapun yang akan mereka lakukan tercatat detil di dalamnya, dan mereka menepatinya sesuai dengan yang tertulis. Mereka juga tidak suka membuang barang dengan sia-sia, hingga mereka membuat hari khusus untuk mengadakan garage sale, yaitu Queen’s Day, sebuah acara yang ingin saya kunjungi.

Hal-hal inilah, yang mungkin, mengesankan dan mampu menarik minat orang luar untuk lebih mengenal Belanda, datang bahkan tinggal di Belanda. Termasuk saya tentu saja.

Dan saya pun menarik kesimpulan bahwa berbagai hal di Belanda mampu menjadikan Belanda sebagai salah satu negara yang wajib dikunjungi bahkan ditinggali dengan berbagai kepentingan. Bidang seni hanya salah satunya.

So, lets dream to go there and make it true!

-dari berbagai sumber-

*artikel ini dibuat untuk mengikuti lomba kompetiblog-studi di belanda

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

setelah baca, jangan lupa kritik dan saran ya,, senang membaca komentarmu :)