Senin, 01 Agustus 2011

Kereta api itu kendaraan paling romantis #2

sambungan ...

Kereta api itu mesin pencetak sampah hahaha,, statement kontroversi ini bisa saya buktikan kok. Sebenernya bukan salah si kereta sih kalo sampe ada banyak sampah di sepanjang rel kereta api. Ini karena si penumpangnya yang kurang sadar atas buruknya membuang sampah sembarangan. Coba deh perhatikan, selesai makan sate 02, dimana mereka buang daun pisangnya,, selesai minum es teh, dimana mereka membuang gelas plastiknya, bahkan selesai makan nasi bungkus, dimana mereka buang kertas bungkusnya,, yeah,, semua di buang di luar jendela. Bahkan pernah suatu hari, ada seorang bocah laki-laki buang sisa permen karetnya di luar jendela saat kereta mulai bergerak meninggalkan stasiun,, puh-lease deh,, orang tuanya kalo buang sampah dimana ya,,
Tidak bisakah mereka mengumpulkan sampah-sampahnya dalam satu wadah, yang kalo nanti sudah tiba di stasiun bisa mereka buang di tempat sampah,, ato paling tidak, semalas-malasnya, buanglah di dalam kereta,, biar mas-mas yang bersih-bersih mengumpulkannya dan membuang di tempat semestinya,,
Mungkin karena jumlah penumpang seperangkat kereta api tuh bisa sampai ratusan dalam sekali trayek, makanya seakan-akan, kereta api adalah penyebab banyaknya sampah.
Saya pernah iseng melihat keluar jendela kereta saat melewati daerah persawahan,, dan kaget dengan begitu beraneka warnanya tas plastik di antara rerumputan. Ternyata ada juga yang merasakan hal yang sama. Prihatin,,
Kalo masalah satu ini ampun dah,,,
Terimakasih buat kalian yang masih sadar membuang sampah pada tempatnya,,

Kereta api adalah tempat belajar sejarah, berbagi pengalaman, serta mengenal berbagai jenis orang,, yang tidak bisa didapatkan dari search di google, confirm facebook, retweet di twitter dan dunia maya lainnya,, tapi dengan catatan kita tidak diam mematung selama perjalanan.
Saat bersikap ramah dan mengobrol dengan orang d kanan-kiri-depan kita, secara tidak sadar kita telah mempelajari sesuatu yang baru.
Dengan selalu tersenyum dan sopan saat ditanya, saya jadi kenal seorang bapak asli Madiun yang merantau ke Bandung, beristri perempuan Bandung dan menetap di sana. Logatnya yang udah ke-Bandungbandungan cerita kalau sebagai suku asli Jawa, dia bangga bisa 'menjajah' tanah Bandung [baca: Sunda]. Katanya, dan didukung seorang wanita lain, orang-orang Bandung itu agak menganggap remeh orang Jawa jika mereka bertetangga [catatan: Bapak ini menjabat sebagai RT di kampungnya, dan dia tidak memandang Bandung atau non-Bandung warganya]. Cerita tentang orang Sunda ini asal muasalnya sejak jaman kerajaan Majapahit dulu [lebih lengkap bisa dicari sendiri hehe,,]. Satu fakta yang baru saya tahu [mungkin pengetahuan sejarah saya kurang bagus hehehe,,,], bahwa di Bandung itu tidak mengenal jalan Gajah Mada dan Hayam Wuruk. Ketika seluruh kota di Indonesia memiliki jalan dengan nama-nama ksatria atau pahlawan, dan Gajah Mada termasuk salah satunya, tidak begitu dengan Bandung.
Kali lain, saya berkenalan dengan suami istri dari Sidoarjo yang menuju Kediri. Si Bapak yang mantan pegawai perkereta apian dengan berapi-api menjelaskan rute kereta yang harusnya saya tempuh untuk menuju Jogja. Menurut beliau, rute saya, Malang-Jombang-Jogja ini, terlalu membuang waktu. Pembicaraan berlanjut pada profesi sang istri yang seorang guru kesenian. Ternyata si Ibu adalah kakak tingkat saya yang selisih bertahun-tahun hehehe,,,
Pasangan kompak ini menceritakan bagaimana perjalanan sang istri menjadi guru kesenian. Dulu, guru seni memang profesi yang jarang digeluti orang namun banyak lowongan, sehingga belum genap berusia 22 tahun, si Ibu suda mendapatkan pekerjaan sebagi Guru Seni di SMA. Beliau diberi kepercayaan menjabat sebagai pembina OSIS selama bertahun2, dan kepanitiaan di berbagai acara sekolah. Sulit dan membutuhkan banyak tenaga memang. Namun jerih payahnya terbayarkan beberapa tahun ini ketika beliau mulai menua. Si Bapak cerita kalau beberapa bulan yang lalu mereka hampir ditilang, namun tidak jadi karena pemimpin operasi saat itu adalah mantan murid ibu hahaha,, Ada juga mantan muridnya yang bersedia menjadi dokter pribadi, ketika si Ibu sakit. Ckckck,, pengalaman yang hebat. Cocok untuk saya bwahahaha,,

Tambahan yang terakhir ini datang dari Kurow Bito,,, bahwa kereta api itu raja jalanan. Coba buktikan, kendaraan mana yang nggak berhenti untuk memberi kesempatan kereta lewat. Iring-iringan mobil pejabat yang biasanya bisa menghentikan kendaraan apapun termasuk ambulance aja mesti berhenti kalau si kereta lewat, hahaha,,,

Jadi, ada yang ingin melengkapi, kereta api itu …..

isi artikel: dari otak sendiri
foto: cari-cari lewat google

2 komentar:

  1. Wah keren artikelnya. Ga nyangka, banyak banget yg dapat kita pelajari dari sebuah kereta api. Perjalanannya, lingkungannya...

    Nice post, salam kenal juga =)

    BalasHapus
  2. iy, makasii suda membaca,,

    smangat ngepost,, hehehe,,,

    BalasHapus

setelah baca, jangan lupa kritik dan saran ya,, senang membaca komentarmu :)